Search Box by Axl-Riau

[ Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Karena Kunjungan Anda Sangat Berharga Bagi kami ]



[ Mohon Maaf Kepada Orang Yang Bersangkutan Tentang Template Ini ! ]

Sabtu, 12 September 2015

1 MAKALAH PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

01.05 Under From Unknown
[1 Comment]


MAKALAH
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

“SEJARAH DAN CONTOH PERKEMBANGAN TEKNIK INDUSTRI”

OLEH : 1. HANAFI
                                             2. TOMMY RISPA
                                             3. TENGKU RIDHO
                                            4. ACHMAD SOLIHIN



i


KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang maha Esa karena telah melimpahkan rahmatNya  sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pengantar teknik industri ini sebagai bagian dari proses pembelajaran di kampus yang berjudul “Sejarah dan contoh perkembangan teknik industri”

   Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas untuk menambah pengetahuan khususnya pengantar Teknik Industri serta memahami sejarah dan perkembangan teknik industri.Semoga  makalah  ini  bermanfaat  untuk  memberikan  kontribusi  kepada  mahasiswa  prodi  teknik industri sebagai materi pembelajaran awal.

    Dan  tentunya kami menyadari makalah  ini  masih  sangat  jauh  dari sempurna.  Untuk  itu  kepada  dosen   kami  minta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  kami  di  masa  yang  akan  datang.













ii



DAFTAR ISI


 Judul....................................................................................................................................i
 Kata pengantar ...................................................................................................................ii
 Daftar Isi ............................................................................................................................iii
 BAB I PENDAHULUAN
 A.Tujuan…………………………………………………………………………………..1
 B.Latar belakang…………………………………………………………………………..1
 C.Pengertian dan definisi.................................................................................................... 1
 BAB II ISI
 A. Sejarah teknik industri....................................................................................................3
 B. Contoh perkembangan teknik industri...........................................................................11
 BAB III PENUTUP
 A. Kesimpulan  ..................................................................................................................12
 B. Kritik dan saran .............................................................................................................12
 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................12










iii

BAB I
PENDAHULUAN

     A.Tujuan
     
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan baru serta pemahaman mengenai sejarah serta contoh perkembangan teknik industri sehingga mahasiswa dapat membuat suatu kesimpulan dari semua informasi yang di dapat.

B.LATAR BELAKANG
   Sejarah Singkat Teknik industri lahir sejak zaman Pra Yunani kuno Pada masa itu, manusia menggunakan batu dan tulang sebagai peralatan kerjanya. Alat - alat yang digunakan mengalami perbaikan secara berkala, sehingga meningkatkan produktivitas pada persoalan produksi. Hal ini terjadi sampai saat ini. Teknik industri sebenarnya berakar kuat pada masa revolusi industri. Revolusi industri telah mengubah secara dramatis proses manufaktur dan membantu lahirnya konsep - konsep ilmu pengetahuan di kemudian hari. Inovasi teknologi yang terjadi pada waktu itu ditujukan untuk membantu dalam mekanisasi beberapa operasional manual tradisional pada industri tekstil. Beberapa penemuan teknologi pada masa revolusi industri,yaitu penemuan mesin pintal yang ditemukan oleh James Hargreaves (1765), pengembangan water frame oleh Richard Arkweight (1769), dan mesin uap oleh James Watt.
C.PENGERTIAN DAN DEFINISI

 Definisi Teknik industri adalah suatu teknik yang mencakup bidang desain/merancang, perbaikan, dan pemasangan dari sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang spesifik pada matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.
1
 Sementara, teknik industri menurut Institute of Industrial Engineering (IIE) terkait dengan perancangan, perbaikan, dan instalasi sistem terintegrasi seperti orang, material, informasi, peralatan, dan energi dan dibangun atas pengetahuan dan keahlian khusus dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial bersama-sama dengan prinsip dan metode analisis rekayasa dan desain untuk menetapkan, memprediksi, dan mengevalusi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.


















2
BAB II
ISI
A.SEJARAH TEKNIK INDUSTRI
Di dunia
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah memengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. “Economic Science” adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya “analytical calculating machine” , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang memengaruhi pembentukan Teknik Industri.
3
Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya
 mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa “ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri”. Towne bersama Fredrick A. Halsey bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia menciptakan istilah “Scientific Management” untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan.

4
Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik (“one best way”) untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum    TeknikIndustri.
                                                                        5
 Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program “sub-routines”, perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.









6
Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktik sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesin pabrik gula dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance) untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.

7
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar-belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk menyakini apakah alat-alat produksi dalam keadaan siap pakai untuk dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya, sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya, banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda, mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik, Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah.


8
 Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 – 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 – 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971.














9
B.Contoh perkembangan Teknologi Industri

1.Perkembangan Industri Perbankan
            Perkembangan teknologi telah merubah bisnis dan cara menjalankan bisnis, semua sektor industri merasakan dampak dari perkembangan teknologi, berbagai fasilitas layanan muncul untuk mempermudah dan memuaskan konsumen. Industri perbankan menghadirkan layanan berbasis teknologi nirkabel untuk mempermudah dan memuaskan konsumen yang disebut mobile banking, salah satu bank yang menghadirkan teknologi tersebut untuk mempermudah dan memuaskan nasabahnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Penelitian ini mencoba memberikan bukti empiris tentang kesuksesan implementasi  layanan mobile banking di BRI menggunakan model kesuksesan DeLone & McLean dengan variabel tambahan keamanan & kerahasiaan, sebagai sampel adalah nasabah BRI unit Klaten sebanyak 52 orang yang berinteraksi dan menggunakan layanan mobile banking, pengumpulan data melalui kuisioner dan analisa data menggunakan SEM dengan alat bantu PLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DeLone & McLean terbukti secara empiris, semua variabel menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif selain hubungan antara kualitas informasi dengan penggunaan sistem dan hubungan antara penggunaan sistem dengan dampak individu.

2.Perkembangan Teknologi Industri Mobil
Beberapa perusahaan sudah pindah dari jalur perakitan robot.. Berikan dua alasan mengapa hal ini mungkin terjadi. Jelaskan peran yang akan komputer masih bermain perusahaan manufaktur di prosedur.Namun ada sisi negatifnya:
  • Produk baru perlu lengkap pemrograman ulang mesin, mungkin dengan perkakas baru.
  • Pemeliharaan harus dilakukan dengan standar yang tinggi.
  • Kegagalan sistem komputer akan mengakibatkan hancurnya jalur perakitan
10
  • Beberapa proses tidak dapat dilakukan oleh robot. Mereka masih memerlukan operator terampil.
3.Perkembangan Teknologi Industri Robotika
Perkembangan teknologi robotika pada satu dekade ini berlangsung dengan  pesat ditandai dengan banyaknya penerapan teknologi robot untuk menggantikan  manusia.
Adapun akhir-akhir ini, peran open source di bidang sistem operasi dan  aplikasi sudah cukup luas dan berkembangn dengan pesat berkat keterbukaannya  dalam membangun sebuah aplikasi. Hal ini juga sudah mulai merambah ke dunia  teknologi robotika , salah satunya melalui pengembangan Robot lego Mindstorm  NXT dan pemrograman Lego dengan NXC yang menggunakan aplikasi open source.  Kesempatan untuk implementasi aplikasi open source di kampus cukup terbuka lebar mengingat adanya civitas akademika yang berkecimpung sebagai aktivis  open source di bidang robotika dan tingginya antusiasme mahasiswa dalam  kompetisi robot yang diadakan berbagai institusi di seluruh indonesia. Pergerakan mahasiswa dalam pengembangan teknologi robotika bukannya tidak  menemui hambatan. Selain kompetensi teknologi robotika, koordinasi dan  pendanaan serta fasilitas pendukung juga merupakan hal yang tidak bisa 
diabaikan . 
Maka dari itu, civitas akademika khususnya mahasiswa diharapkan dapat  mengambil peran sebagai pionir dalam pengembangan teknologi robotika untuk kemajuan industri dan teknologi di Indonesia. 






11
BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknik Industri mempunyai peran penting dalam perkembangan teknologi didunia.Bukan hanya dari aspek manusia nya , tetapi juga dari material yang dipergunakan dalam perkembangannya sesuai dengan definisi Teknik Industri itu sendiri yaitu :suatu teknik yang mencakup bidang desain/merancang, perbaikan, dan pemasangan dari sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang spesifik pada matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem



B.Kritik dan Saran
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak hal yang perlu di perbaiki, untuk itu saran dan kritikan yang sifatnya membangun kami harapkan dari pendengar dan pembaca  sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami agar dalam pembuatan makalah kami selanjutnya lebik baik lagi.

Daftar Pustaka



12



Read More »

Selasa, 08 September 2015

0 Seputar Teknik Industri

23.04 Under From Unknown
[0 Comment]
SEJARAH DAN PENGERTIAN TEKNIK INDUSTRI
SEJARAH TEKNIK INDUSTRI
Perkembangan ilmu pengetahuan tidak berlangsung se­cara mendadak, melainkan terjadi secara bertahap, di­mana para ilmuwan memberikan sumbangan menurut kenampuannya. Penemuan-penemuan yang dilakukan oleh ma­nusiasia tidak terpusat melainkan menyebar dari Babylonia, Mesir, Cina, India, Irak, Yunani hingga ke daratan Eropa. Hal ini mem­buktikan bahwa manusia dihadapkan pada tantangan yang me­macu daya kreativitasnya.
Kapan profesi teknik industri lahir? Teknik Industri lahir se­jak persoalan produksi, sejak manusia harus mewujudkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya. Persoalan produksi mun­cul pada zaman Pra-Yunani kuno, saat manusia menggunakan batu sebagai peralatannya. Pada masa itu manusia menggunakan batu untuk peralatan bekerja, sebagai alat pemotong atau pem­belah. Alat seperti jarum yang digunakan untuk menjahit, terbuat dari tulang. Alat-alat yang digunakan mengalami perubahan se­cara terus-menerus dangan cara coba-coba dan manusia melaku­kan seleksi alat yang sesuai untuk keperluan kerja. Perbaikan-perbaikan ini tidak lain hanya untuk meningkatkan produktivitas pada persoalan produksi dan ini terjadi sampai saat ini. Meskipun konsep teknik industri sudah muncul pada zaman Pra-yunani kuno, namun disiplin Teknik Industri berakar kuat pada masa Revolusi Industri (1750-an). Disiplin ini pada awalnya dikembang­kan oleh beberapa individu yang berusaha mencari mengem­bangkan prinsip-prinsip organisasi dan manajemen produksi tingkat lanjut. Revolusi Industri yang terjadi di Inggris dianggap sebagai era modern disiplin teknik industri. Revolusi Industri te­lah mengubah secara dramatis proses manufaktur dan membantu lahirnya konsep-konsep ilmu pengetahuan di kemudian hari. Ino­vasi teknologi yang terjadi pada waktu itu ditujukan untuk mem­bantu dalam mekanisasi beberapa operasional manual tradisional pada industri tekstil. Beberapa penemuan teknologi pada masa revolusi industri dapat disebutkan, antara lain penemuan mesin pintal yang dilakukan oleh James Hargreaves (1765), pengem­bangan water frame oleh Richard Arkweight (1769), dan mungkin salah satu inovasi terpenting pada masa revolusi industri adalah ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Hasil inovasi Watt di­percaya akan memberikan somber tenaga lebih murah, biaya dan harga produksi lebih rendah dan mampu memperluas pasar.
Revolusi industri juga melahirkan penemuan-penemuan baru di bidang kelistrikan. Misalnya Samuel Morse yang berjasa dalam pengembangan pesawat telegram (1840), penemuan bola lampu oleh Thomas Alfa Edison (1880) yang merupakan awal digunakannya listrik untuk penerangan. Dan berturut-turut dikembangkannya teknologi pembangkit dan transmisi listrik.
Penemuan-penemuan tersebut di atas merupakan bagian Sari sejarah panjang munculnya disiplin teknik industri, dilihat dan sisi pengembangan aspek teknologi. Di sisi lain berkembang pula pengembangan konsep-konsep yang ditujukan untuk mencari proses kerja yang efektif dan efisien dari aspek manusia dan metode kerja. Beberapa nama dapat disebutkan antara lain Adam Smith, Charles babbage, henry towne, Frederick w ttaylor, dan sebagainya.
Adam Smith (the wealth of nations, 1776) mengemukakan konsep perancangan proses produksi untuk meningkatkan efisien­si penggunaan tenaga-tenaga kerja, yang menekankan pentingnya spesialisasi. Disiplin ini akhirnya berkembang untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dan terampil dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengoperasian serta pengendalian suatu sistem produksi yang luas dan kompleks. Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas merupakan pendorongberdirinya disiplin Teknik Industri.
Demikian pula Charles Babbage sebagai seorang pendahulu dalam pengembangan konsep teknik industri mengemukakan perlunya pembagian kerja untuk meningkatkan produktivitas dalam bukunya on economy of machinery and manufacrurers 1832. Dangan pembagian kerja (sesuai dangan specialisasinya) pekerjaan akan menjadi lebih sederhana, hemat waktu dan biaya.
Dada tahun 1886, Henry Towne mengemukakan pentingnya para insiyur memperhatikan unsur profitabilitas dari keputusan yang diambil dalam tulisannya The Engineers as Economist yang dimuat  pada ‘Transactions of the American Society of Mehcanical Englneers.  Towne menekankan pada pentingnya ilmu ekonomi untuk para engineer dalam mengambil keputusan.
Fredanc W. Taylor merupakan anggota dari The AmericanSociety of Mechanical Engineers (ASME) dikenal sebagai bapak teknik industry. Konsep-konsepnya banyak dipengaruhi oleh
Towne tahun 1874. Taylor bekerja di perusahaan hidrolik
yang mekanik. Sembilan tahun kemudian menikah dan menerima gelar sarjana Teknik Mesin dari Stevens Institute, kemudian dipromosikan menjadi kepala teknik pada pabrik di Amerika. Usaha-usahanya pada perusahaan baja mem­bawa pemikiran apa yang dikenal sebagai `Scientific Mana­gement. Di sini bidang engineering harus ikut bertanggung jawab terhadap hal-hal yang menyangkut perancangan, pengukuran, pe­rencanaan, penjadualan maupun pengendalian kerja. Pada tahun 1881, Taylor melakukan studi tentang pemotongan baja selama 25 tahun dan dipublikasikan di Transaction of The American Society of .’Mechanical Engineers pada tahun 1907 yang merupakan paper terpanjang.
Selanjutnya di Bethlehem Steel, Taylor melakukan analisis tentang percobaan penyekopan untuk mengangkat biji batubara dan biji besi. Satu skop penuh untuk biji batu bara beratnya hanya 3,5 pound. Sedangkan satu skop penuh biji besi beratnya 38 pound. Dari kasus ini, Taylor menyimpulkan bahwa jenis skop yang sama tidak cocok digunakan untuk semua pekerjaan. Untuk itu Taylor menugaskan dua orang untuk melakukan pekerjaan pe­nyekopan dangan ukuran skop yang bervariasi dari yang ber­kapasitas kecil sampai besar. Setelah melakukan beberapa eks­perimen dia temukan bahwa skop dangan kapasitas 21,5 pounds merupakan bobot yang ideal. Produktivitas penyekopan dapat di­tingkatkan secara dramatis sehingga dalam periode 3,5 tahun jumlah pekerja penyekopon dapat dikurangi dari 500 menjadi 140 tenaga kerja.
Hasil penelitian yang lainnya dari Taylor adalah penentuan metode untuk pengaturan jam kerja yang optimum. Pada pene­litian ini Taylor melakukan pemindahan besi gumbal untuk me­nentukan metode pemindahan, kecepatan, waktu kerja dan waktu istirahat optimal. Sebelum melakukan penelitian Taylor memilih pekeria dan diberi pengarahan yang intinya bahwa penelitian yang dilakukan bukan untuk mengukur kekuatan maksimum pekeria, tetapi untuk mengetahui seberapa besar tenaga yang dikeluarkan oleh seorang pekerja agar dapat member hasil yang sebesar-besarnya. Sebelum dilakukan penelitian pekeria yang dipilih dilatih terlebih dahulu agar mempunyai keseragaman dalam melakukan pekerjaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pekerjaan sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu bekerja, lama­nya waktu istirahat, dan frekuensi istirahat. Analisis spesifikasi dan kebutuhan kerja yang dikembangkannya dikenal sebagai Work Assign or Method Study. Taylor juga dikenal sebagai pe­iopor aktivitas yang sekarang dikenal dangan pengukuran kerja. AktAitas ini ditekankan pada penentuan waktu baku dangan menggunakan jam henti bagi seorang pekerja yang melakukan pekerjaan. Studi yang dilakukan Taylor pada dasarnya ditekankan pada peningkatan efisiensi yang diterapkan pada tiap bagian. Peningkatan efisiensi pekerjaan manual di tiap bagian dilakukan dangan mengeliminir gerakan yang tidak bermanfat, gerakan yang lambat dan gerakan yang mengganggu. Pekerjaan mekanik ditingkatkan dangan memanfaatkan peralatan bantu seperti jigs dan fixture. Sistem yang dikembangkan Taylor dalam upaya peningkatan efisiensi kerja difokuskan pada perbaikan metode kerja, mengurangi waktu kerja dan mengembangkan standar kerja. Pada sisi lain, ide Taylor mengenai peningkatan efisiensi dan produktivitas di atas tidak lepas dari perasaan khawatir, bahkan timbul kecaman dari perkumpulan tenaga kerja Amerika yang menilai pendapat Taylor tersebut sebagai rencana serius untuk mengurangi keterlibatan manusia yang digantikan dangan mesin.
Tokoh Teknik Industri lainnya adalah Frank B. Gilbreth yang lahir di Maine Fairfield 7 Juli 1868. Beliau memperkenalkan analisis gerakan yang disebut Micromotion Studies pada per­temuan American Society of Mechanical Englneers (ASME). Pada mulanya ia adalah seorang kontraktor bangunan yang berhasil di Amerika Serikat. Bersama isterinya seorang Doktor di bi­dang psikologi, telah memperkuat peranan faktor manusia pada konsep Teknik Industri. Gllbreth sangat berjasa dalam usaha memberi landasan untuk mengidan tifikasi dan menganalisis gerakan-gerakan dasar manusia pada seat melakukan kerja ma­nual. Selain itu, Gllbreth banyak sekli memberi kesadaran bagi manajemen arti pentingnya penyederhanaan di dalam perancang­an, cara lain prosedur kerja guna memperoleh cara kerja yang efektif din efisien. Berbeda dangan Tayior yang lebih fokus pada aspek waktu, Gilberth lebih menekankan pada aspek metode kerja.
Salah satu penelitian yang dilakukan Gilberth didasari atas apa yang dilihatnya bahwa dalam proses pembangunan, gerakan yang dilakukan para tukang batu sangat tidak efektif. Untuk itu dia mengajukan konsep tentang gerakan-gerakan dasar yang di­lakukan manusia dalam bekerja. Prosedur yang dilakukan adalah dangan membagi pekerjaaan menjadi elemen-elemen gerakan dasar. Dalam penelitian tentang pemasangan batu bata pada pe­kerjaan bangunan, Gilberth membuat analisis tentang gerakan­-gerakan yang dilakukan pekerja, dan konsep yang diajukan akan memberikan pengurangan jumlah gerakan dari 18 menjadi 5. Sebelum ini, tukang bata dalam kondisi normal hanya dapat me­masang 120 batu bata per jam per orang. Hasil inovasi Gilberth inemberikan tingkat rata-rata pemasangan sebanyak 350 bata bata per jam per pekerja. Tingkat kenaikan ini tidak diperoleh dangan mempercepat waktu pengerjaan, melainkan dangan metode yang iebih efektif. Secara tradisional, cara pesangan bata bata dan pengambilan batu Bata sering tidak konsisten. Pemasangan batu Bata dangan pengambilan batu bata memaksa pekerja harus membungkukkan badan dan memutar batu Bata untuk mencari sisi !erbaik. Batu bata ditempatkan pada kotak di mana tangga untuk menempatkan kotak realitif tidak dapat disesuaikan, berbeda hal­nya dangan usulan Gilberth di mana batu Bata dibawa ke suatu tempat yang disusun rapi yang kesemuanya saling bersentuhan, pada suatu palet. Beliau mempertimbangkan bahwa pengambilan satu batu bata akan diganti posisinya dangan batu Bata yang lain, dangan cara satu dari dua bata didorong untuk menempati posisi batu bata yang terambil sebelumnya pekerja mengambil batu bata lagi. Gilbreth berharap bahwa kepala tukang batu bata dapat mengambil batu Bata dangan sangat efisien. Oleh karena itu, Beliau dapat meminimkan biaya tenaga kerja dalam menyusun batu bata dari sebuah palet. Dia kemudian menyediakan tangga yang dapat disesuaikan, lokasi yang tepat untuk batu bata dan adukan semen, dan hasil inovasi merupakan kemajuan yang pesat dalam hal produktivitas kerja.
Tokoh lain yang mengembangkan disiplin Teknik Industri ialah Henry Gantt yang mengembangkan prosedur penjadualan rencana kerja dangan menggunakan peta balok atau peta Gantt. .Ralph Barnes, Doctor Teknik Industri pertama dari Cornell Uni­ersity tahun 1933. Karya beliau adalah buku klasik yaitu Motion end Time Study. H. B. Maynard, G.J. Stegmerten dan S.M Loury (1927) menulis buku Motion and Time Study dan menekankan pada pentingnya studi gerakan dan metode kerja yang baik. Pada tahun 1932, A.H, Mogenson mempublikasikan “Common Sense Applied to Time and Motion Study” menfokuskan pada konsep studi gerakan dangan pendekatan penyederhanaan kerja. Di sam­ping tokoh-tokoh  tersebut di atas masih banyak pelopor-pelopor yang dianggap berjasa dalam memberi landasan pengembangan Teknik Industri, seperti L.F. Alford, Arthur C Anderson, W. Edward Deming, Eugene L. Grant, Roberth Hoxle, Joseph Juran, titarvzn E. Mundel dan Walter She wart.




PENGERTIAN TEKNIK INDUSTRI
Pengertian Teknik Industri menurut IIE (Institute of Indus­trial Engineering) adalah industrial Engineering is concernd with the design, improvement and installation of integrated system of people, materials, information, equipment and ener­gy. It draw upon specialized knowledge and skill in the mathe­matical, physical, and social science together with the prin­siples and method of engineering analysis and design to specify, predict and evaluate the result to be obtained from such sys­tem.
Dari definisi tersebut di atas dapat ditarik beberapa hal
pokok sebagai berikut; Teknik industri adalah disiplin engi­neering/teknik bukan science dikarenakan Teknik Industri me­nangani pekerjaan-pekerjaan perancangan (design), perbaikan (lmpravemertt}, dan penginstalasian (Instalation) dan juga me­
nangani masalah manusianya. Bidang garapan Teknik Industri
adalah sistem integral yang terdiri dari manusia, material /bahan.,
informasi, peralatan, dan energi. Dangan definisi sistem integral tersebut, maka bidang garapan Teknik Industri semakin luas dan
di setiap segi kehidupan selalu dapat berperan. Dasar ke­ilmuan Teknik Industri lebih multidisiplin bila dibandingkan dengan disiplin teknik lainnya karena Teknik Industri tidak hanya bertumpu pada pads ilmu matematika dan fisika tetapi juga ilmu sosial dan, rnanajemen. Masuknya ilmu sosial karena Teknik Industri me­nangani masalah manusia dan ilmu manajemen yang digunakan sebagai alat untuk manajerial. Analisis manajemen dalam suatu industri haruslah didasarkan pada analisis dan proses peng­ambilan keputusan terhadap sistem integral.
Dan uraian tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa disiplin Teknik Industri akan memiliki kelebihan-kelebihan di dalam me­nangani persoalan-persoalan industri yang kompleks. Dangan penguasaan teknologi ataupun dasar-dasar engineering yang kuat dikombinasikan dengan pengetahuan ilmu-ilmu social, ekonomi maka ilmu Teknik Industri akan dapat mensintesiskan industry.
Aktivitas-aktivitas yang biasa digarap oleh disiplin teknik industry menurut American institute of industrial engineering (AIIE) adalah sebagai berikut:
  1. Perencanaan dan pemilihan metode-metode kerja yang efektif dan efisien dalam proses produksi.
  2. Pemilihan dan perancangan dari perkakas kerja serta peralatan sang dibutuhkan dalam proses produksi.
  3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak fa­silitas produksi, peralatan pemindahan bahan dan fasilitas­tasilitas untuk penyimpanan bahan baku atau produk jadi.
  4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan pengendalian antuk distribusi barang/jasa produksi, pengendalian persedia­an, pengendalian kualitas, dan reabilitas.
  5. Pengembangan sistem pengendalian ongkos produksi seperti pengendalian budget, analisis biaya dan standar biaya pro­duksi.
  6. Penelitian dan pengembangan produk.
  7. Desain dan pengembangan sistem pengukuran performasi serta standar kerja.
  8. Pengembangan dan penerapan sistem pengupahan dan pemberian insentif.
  9. Perencanaan dan pengembangan organisasi, prosedur kerja.
10.  Analisis lokasi dangan mempertimbangkan potensi pemasaran, sumber bahan baku, suplai tenaga kerja, dll.
11.  Aktivitas penyelidikan operasional dangan analisis mate­matika, sistem simulasi, program linear, teori pengambilan keputusan.
PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK INDUSTRI
Peranan lembaga pendidikan bagi perkembangan profesi atau disiplin teknik industri tidak dapat diabaikan. Topik-topik yang erat berhubungan dangan disiplin teknik industri mulai di­ajarkan pertama kali oleh Prof. Hugo Diemer di Departemen Tek­nil: Mesin, University of Kansas, Amerika Serikat pada tahun 1902, dangan mengambil topik bahasan perancangan pabrik, peralatan, dan organisasi. Kemudian pada tahun 1908, Prof Dexter Kimball menawarkan mata kuliah pilihan Teknik Industri kepada maha­siswa akhir teknik mesin di Cornel University. Pada tahun 1908, Prof William Kent memprakarsai adanya kurikulum teknik in­dustri di Syracuse University.
Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka di Pennsylvania State University pada tahun 1908 dangan Prof Diemer sebagai kepala program. Cikal bakal berdirinya program studi ini berawal dari Prof. Diemer yang dikontrak oleh Pennsylvania State University untuk mengajar sebuah pendekatan teknik industri pada teknik mesin atas rekomendasi F.W. Taylor, yang kemudian disusun kurikulum Teknik Industri yang terpisah dangan teknik mesin. Istilah-istilah klasik maupun populer seperti manufaktur, produktivitas, efisiensi, manajemen, faktor manusia, time and motion study, teknik tata cara, konsep ekonomi gerakan dan sebagainya telah mewarnai dan mendasari konsep Teknik Industri pada awal pertumbuhannya.
Tulisan pertama Diemer tentang teknik industri diberi judul Factory Organization and Administration (1910). Tiga tahun ke­rnudian Kimbal dari Cornel University membuat tulisan Principles oi Industrial Organization dan dijadikan sebagai buku standar.
Sebelum Perang Dunia II, program pendidikan teknik in­dustri mempunyai ciri khusus tumbuh dari departemen teknik mesin, namun setelah perang dunia II, dangan munculnya riset operasional, manajemen bisnis dan komputer membawa pers­pektif dan latar belakang berbeda bagi pendidikan teknik industri. Perkembangan lebih lanjut adalah masuknva beberapa disiplin ilmu human factor, statistik, psikologi industri, dan ilml-ilmu sosial sebagai background dari program pendidikan Teknik Industri.
Perkembangan pendidikan teknik industri di Amerika Se­rikat sendiri dilihat dari jumlah kelulusan baik pada sarjana S-1, tingkat master, maupun tingkat doktor dari tahun 1988 sampai dangan tahun 1997 seperti pada pada tabel 1.1. Dari tabel 1.1. ter­lihat jumlah siswa yang mendapat gelar master dan doctor meng­alami peningkatan, sebaliknya untuk tingkat S-1 mengalami peurunan sekitar 20%. Hal ini dimungkinkan karma sekarang ini, lebih dari 200 perguruan tinggi, di seluruh dunia terutama di Asia menawarkan program ‘studi teknik industri. Oleh sebab itu, se­kolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas di AS melakukan perampingan, beberapa diantaranya melakukan perubahan dangan menekankan program studinya pada sistem manufacturing, sedang beberapa yang lain melakukan penggabungan lagi ke daiam disiplin teknik mesin.
Pendidikan Teknik Industri di Indanesia mulai diperkenal­kan oleh Bapak Matthias Aroef pada tahun 1958 setelah menyele­saikan studinya di Cornell University. Tahun 1960 ITB membuka
jurusan Teknik Produksi di Jurusan Teknik Mesin, sebagai
embrio berdirinya Teknik Industri. Baru pada tahun 1971 didiri­
lurusan Teknik Industri yang terpisah dangan Teknik Mesin
kemudian mengawali pendidikan Teknik Industri di Indo­nesia.
Pada saat ini telah berkembang pendidikan Teknik Industri
baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pada tahun 1967 berdiri persatuan ahli teknik industry (persati) yang hanya aktif bebrapa tahun, kemudian pada tahun 1987berdirilah ikatan sarjana teknik industry (ISTMI) sampai saat ini.
Read More »